Adit/CE Salah satu rumah korban Lukman Hakim (40) warga Desa Trans Pelabai Kecamatan Tubei ludes yang mengalami kebakaran, (24/11)

CURUPEKSPRESS.COM, LEBONG – Warga Desa Trans Pelabai Kecamatan Tubei dibuat heboh. Pasalnya, Rumah Lukman Hakim (40) ludes dilahab Sijago merah. Rumah yang diketahui berukuran 4 x 7 yang berdinding dari papan ini di sinyalir berasal dari dapur pemilik rumah yang di duga lupa mematikan kayu bakar saat hendak mengantarkan istirnya Chek Up periksa kehamilan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong.

Berdasarkan Informasi Camat Pelabai, awal mula terjadinya kebakaran tersebut pada Rabu pukul 10.30 WIB. Akibat kebakaran ini, seluruh bangunan rumah dan isinya ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Plt Camat Pelabai Mawardi, membenarkan atas kejadian tersebut, peristiwa kebakaran yang terjadi tiba-tiba itu diketahui warga setempat pukul 10.30 WIB Mereka melihat ada nyala api di bagian atap rumah korban.
“Sontak saja warga pun berteriak kebakaran sehingga menarik perhatian warga lainnya. Mereka pun segera mendatangi lokasi kebakaran dan berupaya memadamkan dengan peralatan seadanya,” katanya.

Lanjut Mawardi, jika api itu sangat mudah terbakar lantaran rumah pemilik ini hanya berdinding dari papan, bahkan juga hanya butuh waktu 30 menit api sudah menyambar luas dan menghabisi seisi rumah korban.
“Hanya memakan waktu 30 menit saja membuat rumah dengan cepat terbakar, tak hanya bangunan rumah, namun sejumlah barang berharga juga ikut terbakar,” tuturnya.

Kemudian, tepat pukul 11.00 WIB satu unit pemadam kebakaran datang ke lokasi dengan kondisi rumah sudah rata dengan tanah.
“Memang sebelumnya warga sudah melaporkan kejadian ini ke pos pemadam kebakaran tetapi ketika api telah padam mereka baru datang,” sampainya.

Sementara itu, Kapolsek Lebong Atas Iptu M Subkhan yang turun langsung ke lokasi kejadian mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, lantaran saat kebakaran rumah dalam kondisi kosong, bahkan atas kejadian tersebut, Pemilik rumah di duga mengalami kerugian hampir Rp. 75 juta.
“Untuk kerugian ini ditaksir mencapai 75 juta rupiah,” pungkasnya. (CE8)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: