JACK/CE MELAPOR : Bos Telur saat diperiksa Penyidik atas dugaan penipuan yang dialaminya

CURUPEKSPRESS.COM, KEPAHIANG – Niat untuk mendapatkan untuk besar dengan menjual telur ayam di Kepahiang, warga Air Kemuning Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma Tedi Hidayat (36) mengalami kerugian mencapai jutaan rupiah.

Ini setelah telur ayam yang dirinya bawa sendiri dari Kabupaten Seluma untuk diberikan kepada seseorang pemilik toko yang berada di Kecamatan Ujan Mas –sesuai pemesanan– tidak mau dibayar oleh pemilik toko dengan alasan jika harga telur ayam yang diantar Tedi telah dibayarkan pemilik toko pada seseorang dengan cara di transfer via rekening bank.

Bagaimana kronologisnya, diceritakan Tedi, berawal pada Jumat (12/11) lalu Tedi dihubungi seseorang yang mengaku bermana Deri warga desa Pungguk Beringang Ujan Mas yang memesan telur 200 karpet dengan kesepakatan harga Rp 39 ribu per karpetnya dan uang akan diserahkan Deri setelah telur ayam tersebut sampai di lokasi yang dimaksud.

Tanpa ragu Tedi sorenya itu langsung berangkat ke Kepahiang dengan tujuan seperti alamat yang sudah ditentukan, setelah tiba pada alamat yang dimaksud bukan untung yang Tedi dapat, 200 karpet telur yang dirinya bawa diturunkan paksa oleh pemilik warung tanpa ingin untuk meyerahkan uang sebagaimaa yang sudah disepakati.

Dimana dikatakan Tedi, jika pemilik warung sudah mentranferkan sejumlah uang keada Deri. Siapa sebenarnya Deri ? lidik punya selidik ternyata Deri adalah nama palsu yang memesan terlur kepada Tedi dan kembali menjualnya kepada pemilik warung. Merasa telah dirugikan dengan ulah Deri tadi, Tedi langsung melaporkan eristiwa itu ke Mapolres Kepahiang.

Kapolres Kepahiang AKBP Suparman SIK, MAP, melalui Kasat Reskrim AKP Welliwanto Malau, SIK, MH didampingi Kanit Pidum Aiptu Adbdullah Barus, SH yang dikonfirmasi kemarin, mengaku masih terus melakukan lidik terhadap pelaku yang mengaku bernama Deri.
“Benar kami ada menerima laporan dari korban, yang mengaku telah menjadi korban penipuan atas nama pelaku Deri, tapi Deri ini masih “siluman” apa benar ada atau tidak,” sampai Kanit.

Karena menurut Kanit, dalam peristiwa ini Deri ini bertindak sebagai pembeli dan juga penjual dimana korbannya pemilik telur dan pemilik toko. Kronologisnya Deri memesan telur kepada Tedi sebanyak 200 karpet dengan harga Rp 39 ribu, kemudian Deri, kembali menawarkan/menjual kembali telur tersebut kepada pemilik warung yang harganya jauh lebih murah sebesar Rp 29 ribu perkarpetnya.

Parahnya pelaku yang menghubungi Tedi dengan mengaku bermana Deri, langsung meminta uang kepada pemilik telur dimana tempat Tedi harus mengantarkan telur tersebut.
“Ini kasus tipu tipu online, pelakunya mengaku bernama Deri ini bertindak sebagai pembli dan juga sebagai penjual, kepada korban tedi Deri sebagai pembeli dan kepada pemilik warung Deri bertindak sebagai penjual,” kata Kanit.

Modus pelaku untuk agar mendapatkan keuntungan besar, Deri memesan telur kepada korban Tedi dengan harga yang mahal dan kembali menjualnya dengan harga yang murah, hanya saja terlapor yang mengaku bernama Deri ini kepada pemilik warung pelaku meminta uang dimuka dengan cara ditransfer.
“Kami masih menyelidikan siapa Deri ini, sementara untuk korban Tedi sudah kami ambil keterangan dan barang bukti 200 karpet telur sudah kami amankan,” ujarnya.

Masih dikatakan kanit dari aksi tipu tipu yang dilakukan Deri, korban Tedi mengalami kerugian mencapai Rp 5 juta lebih. (CE7)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: