IST/CE Gubernur saat bertemu langsung salah satu liquid oxygen supplier.

CE ONLINE – Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah meminta agar tabung oksigen diprioritaskan kepada pasien COVID-19 di rumah sakit. Hal ini mengingat kondisi pasien di rumah sakit membutuhkan pelayanan yang sangat intensif. Ini disampaikan Gubernur saat bertemu langsung Rusman, pemilik CV. Maju Bersama yang merupakan salah satu liquid oxygen supplier yang berlokasi di Padang Jati Kota Bengkulu.
“Utamakan betul pengguna rumah sakit, karena rumah sakit itu pasien-pasien yang butuh penanganan intensif, baru setelah itu yang isolasi mandiri,” ungkapnya.

Ia meminta agar supplier luquid oksigen ini agar jangan dulu mendahulukan sektor ekonomi. Melainkan benar-benar memprioritaskan kebutuhan oksigen bagi para pasien Covid, terutama yang suda dirawat di rumah sakit.
“Jangan dulu didistribusikan untuk sektor ekonomi industri. Saya juga memastikan stok oksigen di rumah sakit dengan peralatan yang ada dipastikan berfungsi dan stok kita untuk rumah sakit M. Yunus harus betul-betul tersedia dan cukup. Karena pasien di sini paling banyak dengan tingkat keparahan paling tinggi,” ujarnya.

Sebelumnya ia didampingi beberapa pejabat Pemprov sudah melakukan inspeksi mendadak guna memastikan suplai oksigen untuk rumah sakit pasien Covid-19 untuk memastikan ketersediaan oksigen selalu tercukupi.
“Kita memastikan stok oksigen, mereka ini kan dapat alokasi sekitar 4 kali dalam sebulan di Cilegon, sekitar 1200 tabung, kita ajukan penambahan kuota lagi. Karena pengajuan yang pertama sudah kita setujui, hari ini kita ajukan lagi penambahan dari Cilegon untuk kita olah lagi di sini,” kata Gubernur.

Selain itu, untuk stok oksigen sendiri, Gubernur Rohidin akan menghubungi PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) guna menambah stok tabung oksigen di Bengkulu.
“Saya mendapatkan informasi dari PT. Pusri siap untuk membantu dan itu tidak diperjual belikan,” singkatnya. (CE2)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: