ADIT/CE Tampak petani gula aren sedang mengambil air nira di ladangnya (6/1).

CE ONLINE – Harga gula aren di Kabupaten Rejang Lebong memasuki awal tahun 2021 hingga saat ini masih dalam keadaan stabil, walaupun pandemi Covid-19 masih merebah di Rejang Lebong. Menurut penuturan petani gula aren yang berada di Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang, Harman Asmawi (50) atau biasa di sapa Mawi, mengatakan harga gula aren saat ini berkisar Rp. 15 ribu perkilo kalau dari pedagang pasar itu berkisar Rp. 18 ribu perkg menyusul permintaan terhadap komoditas pangan ini masih stabil.
“Alhamdulilah walaupun beberapa sayuran mengalami kenaikan tetapi gula merah ini masih dalam keadaan stabil,” tuturnya. Saat diwawancarai CE, Rabu (6/1).

Mawi mengatakan, selama ini gula merahnya banyak dipasok dari daerah Palembang, Bengkulu dan Linggau. Walaupun harga gula merah dalam keadaan stabil tetapi air nira yang dihasilkan sedikit berkurang lantaran kondisi cuaca hujan yang membuat petani kesulitan mengambilnya.
“Untuk saat ini belum berdampak pada penjualan mengingat tidak banyak pelanggan yang memesan gula merah hingga ratusan kilo, paling banyak hanya 50 kg saja setiap minggunya,” ungkapnya.

Sementara itu pedagang sembako yang berada di Pasar Atas Curup, Lesti (45) mengungkapkan jika gula aren di wilayah pasar saat ini mengalami peningkatan pembeli.
“Pada tahun 2020 kemaren sedikit sepi yang beli, tetapi memasuki 2021 dengan seiringnya banyaknya acara pernikahan dan juga acara lainnya sudah banyak yang membeli, setiap harinya saja banyak yang memesan hingga 20 kg,” ungkapnya.

Selain Gula merah dari aren Lesti juga menjual gula merah dari kelapa, untuk gula merah aren, saya jual Rp 18 ribu per kilogram dan untuk gula merah kelapa, saya jual Rp 14 ribu per kilogram. (CE8)

IKUTI JUGA AKUN MEDIA SOSIAL CE DIBAWAH INI: