ILUSTRASI/NET

CE ONLINE – Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong, segera mengekspose kepada penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rejang Lebong. Hal ini berkaitan dengan penghitungan fisik yang dilakukan oleh tenaga ahli dalam kasus dugaan korupsi Desa Belumai I Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).
“Kalau dari Permintaan Kejaksaan, itukan kita sedang melakukan penghitungan kerugian keuangan. Itukan dari 2017, 2018 dan 2019. Jadi untuk perhitungan fisik itu sudah dilakukan oleh ahli,” ujar Inspektur Inspektorat Kabupaten Rejang Lebong, Zulkarnain kepada wartawan, Selasa (14/9).

Bahkan kata Zulkarnain, penghitungan yang dilakukan oleh ahli saat ini sudah dapat nilainya. Tinggal lagi, sebut Zulkarnain bahwa berkaitan dengan itu tentu harus dilakukan koreksi dan klarifikasi terhadap dengan hasil penghitungan yang dilakukan.
“Kalau untuk nilainya nanti. Karena perlu dilakukan koreksi dan klarifikasi. Bahkan belum lama ini, kita bersama dengan Kejari sudah melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait termasuk Kades dan perangkat Desa,” sampainya.

Lanjut Zulkarnain, untuk hasilnya tentu pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Kejari Rejang Lebong.
“Mungkin minggu-minggu ini, kita akan koordinasikan,” katanya.

Terpisah Kajari Rejang Lebong, Yadi Rachmat Sunaryadi SH MH melalui Kasi Pidsus, Arya Marsepa SH mengungkapkan bahwa pemanggilan terhadap Kades beserta perangkat Desa beberapa waktu lalu, masih dalam rangkaian penyidikan.
“Pada intinya, masih dalam rangkaian penyidikan dan menelusuri ada atau tidaknya kerugian negara denga melibatkan ahli dan Inspektorat,” pungkasnya. (CE5)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Kontak Whatsapp +62 821-7863-9651

IKUTI JUGA AKUN MEDIA SOSIAL CE DIBAWAH INI: