ILUSTRASI/NET

CE ONLINE – Sepanjang Juli 2021, merupakan rekor baru jumlah terbanyak masyarakat Kepahiang terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Dimana totalnya sudah mencapai 300 kasus lebih. Di sisi lain, Rekor ini mengalahkan rekor sebelumnya pada bulan April sebanyak 241 kasus.

Kepala Bidang Penceahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang Wisnu Irawan, S.Kep, MM mengatakan bahwa penyebab terjadinya lonjakan kasus yang merupakan sejarah baru penularan covid-19 di Kabupaten Kepahiang pada Bulan Juli ini, dikarenakan masih rendahnya kesadaran masyarakat Kabupaten Kepahiang dalam mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 seperti penerapan 5 M dalam kehidupan sehari harinya.
“Pemerintah sudah cukuplah upayanya agar Covid-19 ini bisa dikendalikan, sosialisasi dan himbauan penerapan Prokes, hampir setiap hari dilakukan, upaya penindakan juga terus dilakukan bahkan akhir akhir ini uapaya meningkatkan imunitas kekebalan tubuh dari serangan Covid -19 sangat gencar dilakukan, tapi kenyataannya jumlah warga kita yang terpapar pun semakin banyak,” ungkap Wisnu.

Perhatian pemerintah untuk menyelamatkan masyarakatnya dari Covid-19 baru-baru ini sambung Wisnu teral diterapkannya PPKM, dengan membatasi seluruh kegiatan dimasyarakat, kegiatan berpotensi menimbulkan kerumunan yang rentan terjadinya tempat penularan Covid-19 pun telah dilarang tegas dalam SE Bupati Kepahiang, yang merupakan turunan dari SE gubernur dan instruksi Pemerintah Pusat.

Hanya saja tegas Wisnu kenyataan yang terjadi di masyarakat keramaian dan kerumunan masih saja terus terjadi ini yang mejadi salah satu penyebab membludaknya jumlah kasus yang ditemukan selama Juli ini.
“Kami melihat banyak faktor yang menjadi penyebab membeludaknya kasus konfirmasi di bulan ini (Juli, red), selain kesadaran masyarakat yang belum tumbuh secara kolektif artinya hanya sebagian kecil saja masyarakat yang awas dengan Covid-19 selebihnya masih abai dan tidak mempedulikannya, faktor lain kami melihat Posko yang ada di desa desa dan kelurahan belum berjalan dengan maksimal,” ujarnya.

Sehingga dengan kenyataan yang terjadi selama sabut Wisnu, ini menjadi sasaran empuk berkembang biaknya virus, sehingga sangat sulit untuk dikendalikan terlebih lagi untuk memutus mata rantai penularannya. Karena itu tegas Wisnu, sangat diperlukannya kesadaran kolektif bagi seluruh elemen masyarakat Kepahiang untuk bersama sama memerangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kepahiang.
“Saat ini kasarnya, siapa yang kuat itu yang bertahan dan siapa yang lemah mereka yang akan tumbang, jika kita ingin segera menghentikan wabah ini mari kita bersama sama untuk saling mengawasi diri kita masing masing caranya hanya dengan mematuhi Prokes dan menjalankan semua yang saat ini dianjurkan pemerintah,” tukasnya (CE7)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: