RSHD Kota Bengkulu.

CE ONLINE – Walikota Bengkulu diminta agar dapat menganggarkan dana untuk melakukan tes PCR sendiri di Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu. Ini sebagaimana diungkapkan Anggota DPRD Kota Bengkulu Fraksi Golkar, Yudi Darmawansyah S.Sos MM, Senin (2/8) kemarin.
“Saya dari Fraksi Golkar meminta pada Pak Walikota dan Wawali, hendaknya bisa mengadakan tes PCR sendiri di RSHD. Sehingga bagi warga masyarakat Kota Bengkulu yang melakukan tes PCR guna memastikan Covid-19 atau tidak cukup dilakukan di RSHD,” ungkapnya.

Dikatakannya bahwa, kondisi di Kota Bengkulu masih PPKM, karena kondisi penyebaran Covid-19 Masih tinggi. Sementara kita banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya warga masyarakat Kota Bengkulu untuk memastikan hasil tes PCR masih gabung dan antri di Provinsi.
“Seperti diketahui bersama saat ini kita masih PCR di RS M Yunus yang notabene RSUD Provinsi,” katanya.

Lebih jauh ia menyebutkan bahwa, guna mengetahui hasil uji PCR di RSMY, maka harus menunggu waktu cukup lama, bahkan bisa lebih dari satu minggu. Sementara yang menunggu hasil uji itu seluruh dari 9 kabupaten selain kota.
“Maka proses penularan Covid-19 wajar terus meningkat. Sebab itu, jika dianggarkan di APBD kita dan kota memiliki laboratorium uji PCR sendiri. Setidaknya upaya menekan Covid-19 di Kota Bengkulu bisa dilakukan. Coba bayangkan kalau setiap yang tes PCR harus menunggu hingga satu minggu, setelah keluar hasilnya dinyatakan positif. Sementara sebelum itu dia sudah kemana-mana,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Gubernur Bengkulu Dr H Rohidin Mersyah pernah menyampaikan guna menekan Covid-19 di Provinsi Bengkulu, maka setiap Pemerintah daerah Kabupaten/Kota memiliki laboratorium PCR sendiri,
“Untuk menekan Covid-19 di daerah, diharapkan masing-masing kabupaten/kota melakukan pengadaan PCR sendiri agar proses tracing Covid -19 bisa dilakukan secara maksimal,” singkatnya. (CE2)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: