IST/CE Pelaksanaan swab antigen kepada warga yang memiliki gejala Covid-19

CE ONLINE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong, memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Desa Baru Manis Kecamatan Bermani Ulu. Ini pasca ratusan warga setempat mendadak sakit dengan gejala Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah SH

Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendra Wahyudiansyah SH mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) setempat berkaitan dengan hal tersebut. Salah satu pointnya memberlakukan PPKM ketat di Desa setempat.
“Berkaitan dengan itu, hari ini (kemarin, red) kita telah menurunkan tim untuk memantau situasi dan kondisi desa setempat. Termasuk melakukan swab antigen,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (29/7).

Selain memperketat PPKM, Wabup juga menyampaikan bahwa Pasar yang berada di desa setempat juga untuk sementara waktu ditutup atau tidak diizinkan beroperasi sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Langkah ini diambil, kata Wabup untuk mengantisipasi kemungkinan penularan Covid-19 yang lebih meluas.
“Saat ini dari Puskesmas, sudah melakukan tracing dan proses swab antigen terus di jalankan. Jika nanti dalam prosesnya ada warga yang ditemukan reaktif maka langkah yang diambil untuk dilakukan swab PCR untuk mengetahui penyebab pastinya,” sampainya.

Di sisi lain, Wabup kembali mengingatkan kepada warga untuk sementara waktu tidak melaksanakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang banyak dan berpotensi menimbulkan Kerumunan. Selain itu, Wabup juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).
“Prokes ini penting. Sehingga masyarakat harus betul-betul disiplin. Dengan disiplin Prokes, kami yakin penularan Covid-19 di Kabupaten Rejang Lebong dapat ditekan. Namun sebaliknya, jika masyarakat abai Covid-19 akan semakin merajalela,” katanya.

Terpisah Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Rejang Lebong Syamsir SKM MKM mengatakan bahwa dari 135 warga yang dilaporkan sakit, hanya 13 warga yang berhasil dilakukan swab antigen. Karena menurut Syamsir, banyak yang menolak dengan alasan sudah berangsur pulih.
“Hanya 13 orang yang berhasil kita swab antigen. Dari 100 antigen yang kita siapkan. Karena banyak juga yang nolak di swab antigen dengan alasan sudah mendingan,” ujarnya.

Sementara itu, kata Syamsir dari 13 warga yang disampel swab antigen, 6 diantaranya reaktif sehingga diminta untuk melaksanakan isolasi mandiri.
“Terhadap 6 orang yang reaktif ini, kita teruskan untuk dilakukan swab PCR,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, 135 warga Desa Baru Manis mendadak sakit usai menghadiri hajatan warga setempat. Sebagai tindakan awal, seluruh warga yang sakit untuk sementara waktu melakukan isolasi mandiri. Di sisi lain, Petugas Puskesmas setempat melakukan tracing dan melakukan swab antigen secara bergantian dengan metode door to door dan melakukan swab antigen di Puskesmas Setempat. (CE5)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: