ARI/CE PKL kembali berjualan di pinggir jalan/Kondisi di dalam Gedung Pasar Rakyat tampak tidak ada pedagang

CURUPEKSPRESS.COM, REJANG LEBONG – Para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Atas telah ditertibkan untuk masuk dan menempati kios baru di Gedung Pasar Rakyat. Hanya saja berdasarkan pantauan CE Kamis (25/11) sekira pukul 09.00 WIB kemarin, kondisi di dalam Gedung Pasar Rakyat justru sepi. Alias tidak terlihat satupun pedagang yang menjajakan dagangannya di lapak yang seharusnya ditempati.

Lantas wartawan berupaya menelusuri hal tersebut dengan mewawancarai para pedagang. Dikatakan Mia yang merupakan salah seorang pedagang sayur di Pasar Atas Curup, jika alasan utamanya adalah dagangan menjadi sepi pembeli sehingga tidak menghasilkan keuntungan dalam berdagang.
“Jadi kemarin hari Rabu saya sudah berjualan di dalam (Gedung Pasar Rakyat), itu benar-benar sepi pembeli, tidak ada orang yang mau masuk ke dalam melainkan segelintir saja,” ungkapnya ketika diwawancara jurnalis, Kamis (25/11) kemarin.

Dirinya menuturkan, pada hari Rabu (25/11) lalu hanya ada 10 pedagang yang masuk ke dalam Gedung Pasar Rakyat yang baru. Adapun sisanya sebanyak 47 pedagang lagi dirinya tidak mengetahui.
“Di hari itu adalah perdana kami masuk dan berjualan di lapak baru, dan ketika itu cuma ada 10 pedagang selebihnya tidak tahu kemana,” tuturnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Erma yang juga sempat ikut masuk menjajakan dagangannya di Gedung Pasar Rakyat yang baru. Disampaikannya bahwa sejak berjualan dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB hanya mendapat omzet bruto sebesar Rp 30 ribu.
“Uang Rp 30 ribu itu kotornya. Karena kita jualan ini kan dari sehabis subuh, belum sempat makan jadi untuk beli makan sudah keluar Rp 10 ribu. Sisanya untuk membeli bahan-bahan dagangan lagi. Jadi pada intinya, kalau kami terus-terusan tetap berjualan di dalam sana, bahasa kasarnya kami tidak dapat untung dan tidak bisa makan,” sampainya.

Oleh karena itu para pedagang ini memutuskan untuk tidak berjualan lagi di dalam Gedung Pasar Rakyat dan akhirnya kembali berjualan di emperan atau pinggir jalan.
“Nah setelah kembali berjualan diluar lagi, pendapatan bisa dibilang sedikit membaik. Istilahnya bisa untuk membeli beras, terus memberikan jajan anak sekolah dan kebutuhan dapur lainnya,” ujarnya. (CE9)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: