IST/CE Hearing Komisi I DPRD Kepahiang bersama Dikbud Kepahiang atas Temuan BPK RI

CURUPEKSPRESS.COM,KEPAHIANG– Komisi I DPRD Kepahiang melakukan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kepahiang. Pemanggilan itu berkaitan dengan adanya temuan pada laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK RI atas pengelolaan anggaran biaya oprasional sekolah (BOS) tahun 2021 pada beberapa sekolah yang berada dibawah pengawasan Dikbud Kepahiang.

Disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Nanto Husni bahwa terdapat 2 sekolah di Kepahiang yang menjadi temuan dari LHP BPK RI diantaranya SMPN 1 Kepahiang dan SMPN 1 Ujan Mas dengan nilai besaran BOS yang belum bisa dipertanggung jawabkan sebesar Rp. 503.691.400, yang masing-masing rinciannya besaran temuan, SMPN 1 Kepahiang Rp 429.550.000 dan SMPN 1 Ujan Mas sebesar Rp 74.141.400.
“Kami (Komisi I, red) baru saja selesai melakukan hearing dengan Dikbud Kepahiang, yang mana tujuan dari pelaksanaan ini melakukan pembahasan atas adanya temuan dari hasil audit yang sudah dilakukan BPK RI,” ucap Nanto.

Dijelaskan Politisi Partai Demokrat ini, dari hasil LHP BPK terhadap pengelolaan dana BOS di masing-masing sekolah yang dibawah pengawasan Dikbud Kepahiang ditemukan adanya 2 sekolah yang menjadi temuan atas pengelolaan anggaran tersebut yang nilainya mencapai Rp. 503.691.400.
“Intinya kami mempertanyakan hal tersebut kenapa sampai terjadi dan mendesak Dikbud Kepahiang untuk melakukan pengawasan agar semua temuan itu dapat diselesaikan tepat waktu dari batas waktu yang diberikan BPK selama 60 hari sejak LHP diterima beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Dijelaskan Nanto dalam catatan BPK, SMPN 1 Kepahiang tidak dapat mempertanggungjawabkan pengelolaan dana BOS sebesar Rp 429.550.000 dengan temuan adanya BON kosong yang dicap toko yang tidak dapat dijelaskan penggunaannya. Sedangkan untuk SMPN 1 Ujan MAs, ada temuan sebesar Rp 74.141.400, yang digunakan untuk dana taktis sekolah sehingga terjadi pemborosan.
“Dalam penjelasan dari pihak Dikbud yang kami terima, dari semua temuan itu sudah ada yang telah diselesaikan, seperti SMPN 1 Ujan Mas, sudah diselesaikan karena hanya persoalan administrasi,” ucapnya.

Sedangkan untuk temuan terbesar yang ada di SMPN I Kepahiang sambung Nanto dari temuan sebesar Rp 429.550.000, telah diselesaikan lebih Rp 200 juta, dan hanya menyisakan separuhnya lagi.
“Mau administrasi atau TGR, semuanya wajib diselesaikan jangan sampai temuan ini menjadi masalah dikemudian hari,” tukas Nanto. (CE7)

Narahubung CURUP EKSPRESS DAN CURUP EKSPRESS ONLINE DISINI : +62 821-7863-9651 atau +62813-7917-7299.

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: