IST/CE Pelaksanaan swab antigen terhadap sejumlah warga yang sakit.

CE ONLINE – Ratusan Warga Baru Manis Kecamatan Bermani Ulu (BU) belakangan ini mendadak jatuh sakit. Dikatakan Kades Baru Manis, Sofian Effendi bahwa warganya secara bergantian jatuh sakit.
“Per tanggal 26 Juli, warga kita yang sakit secara bergantian jumlahnya 135 orang,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Rabu (28/7).

Kades Merinci, untuk Dusun 1 sebanyak 16 orang, Dusun 2 sebanyak 9 orang, Dusun 3 sebanyak 48 orang. Kemudian Dusun 4 sebanyak 35 orang, Dusun 5 sebanyak 15 orang, Dusun 6 sebanyak 18 orang dan Dusun 7 sebanyak 6 orang.
“Tidak tahu itu Covid-19 atau bukan. Namun warga kita yang sakit bergantian ini, diduga setelah adanya hajatan salah satu warga di desa. Kita tidak menuding, awalnya memang dari sana,” sampainya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi di desa, kata Kades bahwa pihaknya meminta warganya untuk melaksanakan isolasi mandiri (Isoman) termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong. Bahkan kemarin juga, dari Pihak Puskemas melakukan swab antigen kepada warga yang sakit secara door to door untuk mengetahui penyebab pasti.
“Secara bergantian, mereka mulai dilakukan swab antigen untuk Petugas Kesehatan. Sembari meminta warga untuk melaksanakan Isoman,” katanya.

Selain itu, kata Kades bahwa pihaknya juga meminta bantuan kepada Gugus Tugas terkait penyemprotan disinfektan di desanya. Karena menurut Kades, saat ini stok Disinfektan yang ada di Desa dalam keadaan kosong.
“Surat permohonan kita sampaikan kepada Gugus Tugas. Mudah-mudahan segera ditindaklanjuti,” harap Kades.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Rejang Lebong Syamsir SKM MKM bahwa saat ini, pihaknya telah mengerahkan Petugas untuk melakukan swab antigen kepada masyarakat setempat. Hal ini untuk mengetahui secara pasti penyebab warga yang jatuh sakit.
“Kita masih menunggu hasilnya. Jika ada yang reaktif, maka kita akan terus pemeriksaan PCR di RSUD Curup. Hal ini juga guna memastikan berapa jumlah warga yang reaktif,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait penyemprotan disinfektan Syamsir juga mengungkapkan akan melakukan koordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan penyemprotan disinfektan di desa setempat.
“Ini untuk langkah antisipasi yang kita lakukan,” pungkasnya. (CE5)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: