Adit/CE Terlihat satgas Covid 19 saat membongkar jembatan jalur alternatif Tik Tebing menuju Desa Trans Pelabai Kecamatan Lebong atas (29/7)

CE ONLINE – Setelah sebelumnya Satuan gugus tugas covid 19 berupaya menutup akses jalan culas atau tikus yang menghubungkan Desa Tik Tebing dengan Desa Trans Pelabai Kecamatan Lebong Atas, yang di ketahui banyak masyarakat melewati jalur tersebut untuk menghindari swab antigen di posko Penyekatan wilayah kabupaten Bengkulu Utara menuju kabupaten Lebong menjadi sia sia.

Pasalnya portal permanen telah di dirikan kemarin (27/7), dengan memanfaatkan tiang listrik beton yang terpasang setinggi pinggang orang dewasa berhasil di jebol kembali oleh masyarakat.

Menyikapi hal ini, Kepala BPBD Lebong Fachrurrozi, S.Sos, M.Si, menilai perbuatan yang di lakukan oknum tersebut tidak bertanggung jawab. Pasalnya Dengan didirikannya portal ini merupakan kali ke empat sengaja dipasang guna menutup akses jalan alternatif.
“Kita tutup jalan alternatif ini agar masyarakat memasuki kawasan Lebong melalui satu pintu untuk menjalani swab antigen, tetapi Ini yang ke empat kali kita lakukan penutupan tetapi masih juga di rusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” kata dia.

Menariknya lagi, ungkap Rozi portal yang didirikan sejak Rabu (27/7) kemarin itu tak bertahan lama, karena setelah di pasang kurang lebih memakan waktu 3 jam. Sekitar pukul 20.00 WIB portal tersebut sudah dirusak kembali.
“Tepat pada pukul 17.00 WIB kita melakukan cek pertama dan waktu itu kondisi portal masih utuh akan tetapi tepat pukul 20.00 WIB portal sudah di rusak kembali,” tutur Rozi.

Terkait kondisi ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan desa setempat dan Dinas PUPR-HUB. Untuk menghindari kejadian serupa yang sudah terjadi berulang kali ini, lantai jembatan penghubung di jalan alternatif tersebut dilepas. Terlebih lagi kondisinya yang sudah mulai rapuh dan membahayakan keselamatan pengguna.
“Jadi bukan merusak. Tapi memang kondisi jembatan yang sudah rapuh. Jika dibiarkan malah dikhawatirkan menimbulkan korban, ” lanjut Rozi.

Jika dengan tindakan tersebut masih saja akses jalan itu tetap menjadi jalan alternatif, ia mengaku sudah kehabisan akal bagaimana agar akses jalan tersebut tak bisa dilalui.
“Jika dengan ini masih juga, kami juga sudah tidak tahu lagi bagaimana caranya agar jalan ini tak bisa dilalui pengendara untuk mengindari posko penyekatan, ” demikian Rozi. (CE8)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: