JEK/CE Salah satu makam manusia pra sejarah yang ditemukan di Desa Suro Muncar.

Warga Desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang, beberapa hari ini mendadak ramai. Apa gerangan yang terjadi? didaerah tersebut ditemukan makam manusia dan benda pra sejarah yang diperkirakan terjadi pada 600 sampai dengan 1.000 tahun lalu (masehi).

IRWANSYAH, KEPAHIANG

Berita penemuan benda benda pra sejarah seperti priuk, priuk hais, kampak persegi belincung yang terbuat dari posil batu, koin uang VOC dan serpihan kerangka manusia ini dengan cepat tersebar dari mulut kemulut sehingga lokasi penemuan yang berjarak kurang lebih 1,2 Km dari jalan lintas Kepahiang curup tepatnya di desa Suro Muncar Kecamatan Ujan Mas Kepahiang menjadi ramai dikunjungi warga yang ingin melihat penemuan itu.

Tidak ketinggalan orang nomor satu di Kepahiang juga sempat menyaksikan langsung proses penggalian yang dilakukan penelitih dari Balai Archaeology, Palembang, dan peneliti dari Dosen udayana Bali, Dosen Unja Jambi, dan kantor balai Pelestarian Cagar budaya yang dibantu oleh warga setempat.

Kristinian Indi Astuti, selaku ketua tim penelitih dari Balai Archaeology, Palembang, yang sempat ditemui wartawan CE di lokasi penemuan, memperkirakan jika situs yag ditemukan di Desa Suro Bali itu merupakan makam atau kuburan manusia masa pra sejarah sebelum 600 sampai dengan 1.000 tahun lalu sebelum manusia mengenal agama.
“Ini lahan yang kami telitih atas penemuan benda benda pra sejarah ini milik Pak Ramli (67) warga Suro Muncar. Situs ini merupakan situs pra sejarah dimana manusia belum mengenal agam, dan ini kami yakini merupakan kuburan manusia,” ungkap Kristinian.

Dijelaskannya, awal penemuan ini terjadi ada tahun 2015 lalu, oleh pemilik lahan –Ramli– saat pemilik lahan melakukan pendoseran cetah sawah baru. Dan baru bisa ditindak lanjuti oleh Balai Archaeology, beberapa hari ini, yang sebelumnya terkendala adanya wabah Covid-19.
“Kami pastikan ini kuburan manusia prasejaran, karena sudah kami temukan pramen pramen serpihan tulang manusi didalam kendi kendi yang sudah dapat kita bongkar,” ujarnya.

Fakta lain yang menguatkan tambah Kristinina, dilokasi pengalihan juga ditemukan adanya periuk dan periuk hias, kampak persegi dan belincung yang berbahan dari batu, kesemuanya merupakan belak kubur. Masih disampaikan Kristinina, di beberapa kendi yang ditemukan diatasnya juga terdapat batu yang diduga itu merupakan batu tanda kubur atau nisan.
“Kami masih mengumpulkan dan melakukan penelitihan lebih lanjut mudah mudahan 3 Agustus ini, kami bisa ekspos hasilnya,” singkatnya.

Sementara itu Pjs Kepala Desa Suro Muncar Ujan Mas Wahid Ihkram yang ditemui dikediamannya, membenarkan adanya penemuan benda benda pra sejarah alam wilayah yang dipimpinnya. Disampaikan Wahid, jika penemuan ini pertama kali didapatkan oleh pemilik lahan pada tahun 2015 lalu, benda benda pra sejarah yang pertama kali ditemukan berupa, cangkir, kampak batum dan posil gigi gajah.

Dan kedempannya tambah Wahid, Pemerintah Desa telah melakukan koordinasi dengan pemilik lahan, lokasi temuan itu akan dijadikan tempat wisata budaya.
“Kami dari pemerintahan desa sudah bertemu dengan pemilik lahan, ada rencana lokasi itu nanti akan dijadikan lokasi objek wisata, cagar budaya yang bisa dikunjungi semua orang,” ungkap Wahid.

Masih dikatakan Wahid, setidaknya dengan itu akann dapat mengingatkan dan memberitahu generasi muda sekarang jika Jauh hari di Desa Suro Muncar Ujan Mas telah ada kehidupan manusia, sejak masa manusia belum mengenal agama.
“Tinggal lagi pemerintah atau nanti pemerintah desa membuka akses jalan menuju lokasi situs itu, karena akses jalan yang ada saat ini masih sangat memprihatinkan, kecil dan hanya bisa dilewati 1 kendaraan saja tanpa bisa berpapasaan dengan kendaraan lain,” katanya.

Wahid pun berharap warga sekitar dapat sama sama melakukan penjagaan terhadap situs yang ditemukan, agar dapat tetap dilestarikan. (CE7)

Ingin Berlangganan Koran? Hubungi Whatsapp +628 2178 6396 51

IKUTI JUGA AKUN MEDSOS CE DIBAWAH INI: